Thursday, May 01, 2008

DIRGAHAYULAH HARI BURUH 1 MEI 2008

Berlainan dengan yang sudah-sudah, sejumlah indikasi menunjukkan bahwa Hari Buruh 1 Mei kali ini akan dirayakan secara besar-besaran di banyak kota di Indonesia, oleh berbagai kalangan dari gerakan buruh.

Seiring dengan perkembangan situasi politik, ekonomi dan sosial dewasa ini dapatlah diperkirakan bahwa besarnya dan semaraknya perayaan di banyak kota akan melebihi perayaan dalam tahun-tahun yang lalu. Dan dari pernyataan-pernyataan yang sudah dikeluarkan untuk menyambut Hari Buruh Mei kali ini sudah nampak bahwa perayaan 1 Mei yang akan datang ini juga mempunyai isi politik yang meningkat dan pesan moral yang meninggi.


Perkembangan yang dimanifestasikan oleh Hari Buruh 1 Mei yang akan datang adalah sangat penting bagi banyak kalangan untuk menyaksikan tekad gerakan buruh dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi rakyat Indonesia dewasa ini, terutama krisis pangan, kenaikan harga bahan-bahan pokok rakyat,dan perburuhan. Dalam pernyataan-pernyataan mengenai Hari Buruh 1 Mei ini sudah disuarakan secara lantang perlawanan terhadap berbagai politik pemerintah yang telah membikin sulitnya kehidupan rakyat, dan terlalu menguntungkan kepentingan modal asing.

Antusiasme gerakan buruh Indonesia untuk bersama-sama menjadikan Hari Buruh

1 Mei sebagai kesempatan untuk memperlihatkan diri sebagai saluran aspirasi rakyat banyak, dan juga sebagai pendorong terjadinya perubahan-perubahan,adalah fenomena yang merupakan angin segar dalam kehidupan bangsa. Hal yangdemikian ini terasa lebih diperlukan dewasa ini, ketika partai-partai politik dan DPR atau DPRD sudah makin merosot citranya dan kehilangan kepercayaan rakyat banyak.

Sejalan dengan akan makin memburuknya situasi dalam tahun-tahun yang akan datang (kesulitan pangan akan makin parah, harga-harga kebutuhan sehari-hari akan membubung tinggi, pengangguran akan membengkak terus, kemiskinan akan lebh meluas, dan korupsi dan kebejatan moral akan tetap merajalela), maka peran gerakan buruh juga akan makin penting dan tugasnya pun makin besar, untuk membela kepentingan rakyat. Karenanya, gerakan buruh di Indonesia pasti akan tumbuh menjadi kekuatan perkasa di kemudian hari yang merupakan asset bangsa yang penting.


Berikut ini adalah contoh dari beberapa pernyataan untuk menyambut Hari
Buruh 1 Mei, yang mencerminkan luasnya wawasan yang mereka jangkau :

Buruh dan Tani Peringati May Day di 23 Kota
Front Perjuangan Rakyat (FPR) akan melakukan aksi serempak di 23 kota
memperingati Hari Buruh se-Dunia (May Day) 2008 . Pesan yang diusung dalam peringatan May Day 2008 ini adalah; “turunkan harga sembako, hapus
outsourcing, tolak sistem kerja kontrak, laksanakan reforma agrarian sejati,dan sediakan lapangan pekerjaan dengan upah layak!”.

“Krisis harga pangan yang kian mencekik kehidupan rakyat menjadi faktor yang memersatukan gerakan rakyat. Dalam siaran persnya, FPR menyatakan bahwa krisis kali ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis ekonomi dunia akibat keserakahan imperialisme. Spekulasi keuangan dan perdagangan internasional yang menyeret naiknya harga minyak mentah serta berdampak pada harga-harga pangan dunia memaksa rakyat bekerja lebih lama, dengan beban yang lebih berat, namun hanya mendapatkan upah yang jauh lebih rendah.

Parahnya, kebijakan pemerintah SBY-Kalla justru memperburuk kehidupan rakyat Indonesia. “Kebijakan-kebijakan SBY-Kalla telah menyebabkan kebangkrutan ekonomi di Indonesia dan memaksa buruh-buruh bekerja dengan upah rendah dan rawan PHK,” jelas Muhammad Ali dari Gabungan Serikat Buruh Independen.

Rahmat, dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menyatakan krisis juga telah mengancam kedaulatan pangan rakyat. Kenaikan harga pangan saat ini sesungguhnya merupakan beban yang sangat berat bagi buruh-tani dan tani miskin. Bukannya mengamankan akses pangan rakyat, SBY malah mengekspor beras. “Mereka adalah konsumen pangan dengan daya beli paling rendah”, jelas Rahmat. Kaum tani Indonesia menuntut reforma agraria sejati dan perlindungan terhadap produk-produk pertanian domestik.


Pengangguran dan ekspor tenaga kerja

Menurut Front Perjuangan Rakyat, “bagi pemuda dan mahasiswa, krisis ini
tidak hanya telah melangitkan biaya pendidikan, melainkan juga telah
menyebabkan membanjirnya angka pengangguran usia produktif di Indonesia.Semakin banyak anak-anak usia sekolah yang terlempar ke jalanan, bekerja di sektor-sektor terburuk, yang mengancam keselamatan, kesehatan, pertumbuhan fisik, dan perkembangan jiwa. “Sekolah gratis dan kuliah murah adalah tuntutan kami,” tegas Shohib Anshary dari Front Mahasiswa Nasional.

Krisis juga telah menyebabkan negara kian bergantung pada ekspor tenaga
kerja dan pemaksaan migrasi. Pendapatan yang berlipat karena beban biaya berlebih (overcharging) adalah modus utama dari rejim SBY-JK untuk menyelamatkan kekuasaannya. Hal ini menyebabkan seratus persen buruh migrant indonesia terjebak dalam beban biaya berlebih dan terpuruk dalam dilemma perbudakan utang.

Enny Lestari dari Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong menuntut
pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi PBB tentang Perlindungan hak Buruh Migran dan Keluarganya serta menghapuskan seluruh biaya berlebih yang dibebankan kepada buruh-buruh migrant Indonesia.



Persatuan Buruh dan Tani

“Krisis yang kian memburuk ini mendorong lahirnya persatuan di kalangan
rakyat. Rudi K. Dzaman, Koordinator FPR menyatakan, “Pada May Day kali ini kami mengajak seluruh rakyat untuk memperingati Hari Buruh se-Dunia dengan persatuan Buruh dan kaum Tani melawan rejim anti-rakyat SBY-Kalla”.

FPR yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi rakyat dalam skala
nasional, seperti Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Sarekat Hijau Indonesia (SHI), Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia, Migrant Care, GMNK,Hikmabudhi, SB-API, OPSI, GRI, Forum Buruh Cengkareng, dan
organisasi-organisasi massa dan organisasi-organisasi non-pemerintah
lainnya.

Selain di Jakarta, kota-kota penting di Indonesia yang melaksanakan aksi dalam koordinasi FPR adalah Bandung, Medan, Surabaya, Makasar, Jambi,Palembang, lampung, Jokja, Garut, Purwokerto, Wonosobo, Malang, Jombang, Denpasar, Mataram, Lombok timur, Pontianak, palu, Donggala, Kendari,Bulukumba, Banjarmasin Selain 23 kota di Indonesia FPR juga menggelar aksi yang bersamaan di Macau dan Hongkong. Dalam peringatan hari buruh se-dunia,FPR mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk terlibat dalam peringatan hari buruh se-dunia 2008.


Pesan Perhimpunan Rakyat Pekerja

Sedangkan menurut Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), “gerakan reformasi yang ditandai dengan jatuhnya rezim Orde Baru Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 sudah akan berusia 10 tahun. Reformasi, pernah memunculkan harapan-harapan baru akan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Namun kesejahteraan yang telah diimpikan oleh rakyat Indonesia semenjak reformasi, sampai saat ini tidak kunjung datang. Kehidupan rakyat Indonesia semakin terpuruk dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok, pengangguran yang semakin tinggi, upah murah, mahalnya biaya pendidikan, mahalnya biaya pelayanan kesehatan dan permasalahan lainnya yang semakin mencekik rakyat Indonesia.

“Keterpurukan atas kehidupan rakyat Indonesia tentu saja tidak bisa
dilepaskan dari berbagai kebijakan yang dimunculkan para penguasa, baik di pemerintahan maupun parlemen. Penguasa yang dipilih oleh rakyat Indonesia melalui Pemilu, justru tidak pernah melindungi rakyat yang telah memandatkan nasibnya sejak masa kampanye.

Nyaris seluruh kebijakan dalam 10 tahun ini, hanya mencerminkan nafsu kepentingan para pemilik modal asing maupun domestik. Karena jelas, sebagian besar pemimpin di Indonesia berasal dari kalangan pemilik modal. Lihat saja,siapa yang gembira dengan program privatisasi di perusahaan-perusahaan negara BUMN) dan dunia pendidikan, peraturan mengenai ketenagakerjaan yang menghasilkan sistem kerja kontrak dan outsourcing serta upah murah dan lain sebagainya.


Penjajahan baru oleh neo-kolonialisme

Menurut PRP “Kekuasaan negara selama 10 tahun ini, telah berhasil mengantarkan rakyat Indonesia ke dalam alam penjajahan gaya baru -- Neokolonialisme. Sementara segala janji-janji yang dikampanyekan pada saat Pemilu tidak pernah terbukti dan hanyalah omong kosong. Maka sudah saatnya rakyat Indonesia tidak mempercayai kembali orang-orang dan partai politik yang saat ini berkuasa dan mendapatkan kursi di parlemen.

“Karena dari seluruh partai politik yang memiliki kursi di parlemen, ternyata tak satu pun yang berhasil membuktikan mampu membela kondisi peri kehidupan rakyat Indonesia..Sudah saatnya rakyat Indonesia mengambilalih kekuasaan yang selama ini rakyat percayakan dan TIDAK menggantungkan lagi harapan dan nasib kita selama 5-6 tahun ke depan pada orang-orang dan partai politik seperti ini..

Terkait dengan mandat reformasi 10 tahun lalu yang berlandaskan pada semangat perubahan untuk kedaulatan dan kebebasan, maka Rakyat Indonesia sudah harus mencari alternatif solusi dari segala permasalahan akibat krisis dan kegagalan pembangunan kapitalisme selama ini dan mencari jalan keluarnya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan rakyat.

“Gagasan politik Keadilan Sosial atau Sosialisme merupakan sebuah alternatif yang harus diperjuangkan oleh rakyat Indonesia. Dalam gagasan sosialisme, rakyat pekerja dilindungi dari ganasnya eksploitasi sistem kerja kontrak dan outsorcing di dunia ketenagakerjaan. Dengan sosialisme, maka pendidikan harus gratis, ilmiah dan demokratis. Dengan sosialisme maka keserakahan pasar bebas tidak lagi berkuasa mutlak menentukan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok rakyat. Dengan sosialisme, tidak boleh ada lagi upah buruh/pekerja yang murah. Gagasan politik sosialisme adalah amanat penderitaan rakyat.


Sosialisme untuk kesejahteraan rakyat

Menurut Perhimpunan Rakyat Pekerja, untuk memperjuangkan sosialisme dibutuhkan perjuangan dan kesadaran, maka tentunya dibutuhkan sebuah persatuan gerakan rakyat yang besar. Dengan kesadaran dari seluruh rakyat Indonesia untuk memperjuangkan nasibnya demi mencapai kesejahteraan, maka hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Sebagai awalan, 1 Mei yang merupakan hari buruh internasional dapat menjadi suatu ajang konsolidasi dan memperlihatkan kekuatan rakyat yang besar dan terorganisir kepada para penguasa yang hanya mementingkan kepentingan para pemilik modal.

Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan sikap:

1. Kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menyatukan dan merapatkan dirinya ke dalam barisan massa aksi 1 MEI (MAYDAY) yang dipimpin kawan-kawan buruh yang sudah bertekad akan mengepung istana..
2. Kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan momentum yang terjadi di bulan Mei (mulai tanggal 1 Mei sampai tanggal 21 Mei) sebagai agenda persatuan perjuangan rakyat Indonesia. Mari kawan, kita tegaskan gerakan Reformasi untuk perubahan yang sejati belum selesai!.
3. Kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak mempercayai penguasa dan pemimpin saat ini yang berkuasa, baik di pemerintahan dan parlemen. Jangan gunakan hak suara dalam PEMILU 2009, bila hanya untuk memperkuat kekuasaan negara yang justru lebih memilih menjual diri pada modal asing dan tak pernah memenuhi kewajibannya untuk menjamin perlindungan sosial dan mensejahterakan rakyat Indonesia.
4. Alternatif dari seluruh permasalahan rakyat dan bangsa Indonesia saat ini adalah dengan mengusung keadilan sosial atau SOSIALISME, dimana rakyat dapat mencapai kesejahteraan dan kemerdekaan yang sejati dan tidak ditindas oleh kepentingan modal.

Demikian isi seruan Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP).

Catatan tambahan : tulisan ini merupakan lanjutan dari bahan renungan “Pentingnya gerakan buruh bagi bangsa kita” yang disiarkan pada tanggal 13 April 2008


Paris , 26 April 2008

Umar Said

No comments:

Post a Comment